Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan dengan Mudah


Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan dengan Mudah

Kartu BPJS Kesehatan merupakan kartu identitas yang diterbitkan oleh BPJS Kesehatan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebagai bukti kepesertaan dalam program JKN-KIS. Kartu ini berfungsi sebagai alat untuk mengakses layanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Kartu BPJS Kesehatan dapat dicetak dengan mudah melalui beberapa cara, baik secara online maupun offline. Namun sebelum mencetak kartu BPJS Kesehatan pastikan Anda sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dan memiliki data diri yang lengkap dan benar. Anda juga harus memastikan bahwa iuran BPJS Kesehatan Anda telah dibayarkan secara lunas. Jika Anda belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, Anda dapat mendaftar melalui kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat atau melalui aplikasi Mobile JKN.

Setelah memastikan semua persyaratan terpenuhi, Anda dapat mulai mencetak kartu BPJS Kesehatan Anda. Berikut ini adalah cara-cara mencetak kartu BPJS Kesehatan secara online dan offline:

cetak bpjs kesehatan

Mudah, cepat, dan praktis.

  • Bisa online atau offline.
  • Syarat: peserta JKN-KIS.
  • Pastikan iuran telah lunas.
  • Kartu identitas diri.
  • Kartu keluarga (KK).
  • Pas foto terbaru.
  • Formulir pendaftaran.
  • Tanda tangan di atas materai.
  • Biaya cetak gratis.

Cetak kartu BPJS Kesehatan secara berkala untuk memastikan data Anda selalu terbaru dan untuk menghindari kendala saat mengakses layanan kesehatan.

Bisa online atau offline.

Kartu BPJS Kesehatan dapat dicetak dengan mudah melalui beberapa cara, baik secara online maupun offline.

  • Cetak kartu BPJS Kesehatan secara online

    Kartu BPJS Kesehatan dapat dicetak secara online melalui situs web resmi BPJS Kesehatan atau melalui aplikasi Mobile JKN. Untuk mencetak kartu BPJS Kesehatan secara online, Anda harus memiliki akun BPJS Kesehatan terlebih dahulu. Jika belum memiliki akun, Anda dapat membuatnya dengan mengikuti petunjuk yang tersedia di situs web atau aplikasi Mobile JKN.

  • Cetak kartu BPJS Kesehatan secara offline

    Kartu BPJS Kesehatan juga dapat dicetak secara offline di kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat. Untuk mencetak kartu BPJS Kesehatan secara offline, Anda harus membawa dokumen-dokumen berikut:

    • Kartu identitas diri (KTP/SIM/Paspor)
    • Kartu keluarga (KK)
    • Pas foto terbaru (ukuran 3×4 cm)
    • Formulir pendaftaran (dapat diperoleh di kantor cabang BPJS Kesehatan)
    • Tanda tangan di atas materai

Setelah semua dokumen lengkap, Anda dapat menyerahkannya ke petugas di kantor cabang BPJS Kesehatan. Kartu BPJS Kesehatan Anda akan dicetak dan diserahkan kepada Anda pada saat itu juga.

Syarat: peserta JKN-KIS.

Untuk dapat mencetak kartu BPJS Kesehatan, Anda harus terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Jika belum terdaftar, Anda dapat mendaftar melalui kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat atau melalui aplikasi Mobile JKN.

Berikut ini adalah persyaratan untuk mendaftar sebagai peserta JKN-KIS:

  • Warga negara Indonesia (WNI) atau penduduk yang telah berdomisili di Indonesia selama minimal 6 bulan.
  • Usia minimal 17 tahun dan maksimal 65 tahun.
  • Tidak sedang menjadi peserta program jaminan kesehatan lainnya, seperti Askes, Jamsostek, atau Taspen.
  • Memiliki pekerjaan tetap atau tidak tetap.
  • Memiliki penghasilan tetap atau tidak tetap.
  • Memiliki nomor induk kependudukan (NIK) yang tercantum dalam kartu tanda penduduk (KTP).

Setelah memenuhi persyaratan tersebut, Anda dapat mendaftar sebagai peserta JKN-KIS dengan membawa dokumen-dokumen berikut:

  • Kartu tanda penduduk (KTP) asli dan fotokopi.
  • Kartu keluarga (KK) asli dan fotokopi.
  • Pas foto terbaru (ukuran 3×4 cm) sebanyak 2 lembar.
  • Formulir pendaftaran (dapat diperoleh di kantor cabang BPJS Kesehatan atau melalui situs web BPJS Kesehatan).

Setelah semua dokumen lengkap, Anda dapat menyerahkannya ke petugas di kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat. Anda akan diberikan nomor virtual account (VA) untuk membayar iuran BPJS Kesehatan. Setelah membayar iuran BPJS Kesehatan, Anda dapat mencetak kartu BPJS Kesehatan secara online atau offline.

Pastikan iuran telah lunas.

Sebelum mencetak kartu BPJS Kesehatan, pastikan iuran BPJS Kesehatan Anda telah lunas. Jika iuran BPJS Kesehatan Anda belum lunas, Anda tidak akan dapat mencetak kartu BPJS Kesehatan.

  • Cek status iuran BPJS Kesehatan secara online

    Anda dapat mengecek status iuran BPJS Kesehatan Anda secara online melalui situs web resmi BPJS Kesehatan atau melalui aplikasi Mobile JKN. Untuk mengecek status iuran BPJS Kesehatan secara online, Anda harus memiliki akun BPJS Kesehatan terlebih dahulu. Jika belum memiliki akun, Anda dapat membuatnya dengan mengikuti petunjuk yang tersedia di situs web atau aplikasi Mobile JKN.

  • Cek status iuran BPJS Kesehatan secara offline

    Anda juga dapat mengecek status iuran BPJS Kesehatan Anda secara offline di kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat. Untuk mengecek status iuran BPJS Kesehatan secara offline, Anda harus membawa kartu BPJS Kesehatan Anda dan kartu identitas diri (KTP/SIM/Paspor).

  • Bayar iuran BPJS Kesehatan yang belum lunas

    Jika iuran BPJS Kesehatan Anda belum lunas, Anda dapat membayarnya melalui beberapa cara, antara lain:

    • Melalui teller bank
    • Melalui ATM
    • Melalui internet banking
    • Melalui aplikasi Mobile JKN
  • Cetak kartu BPJS Kesehatan setelah iuran lunas

    Setelah iuran BPJS Kesehatan Anda lunas, Anda dapat mencetak kartu BPJS Kesehatan secara online atau offline. Untuk mencetak kartu BPJS Kesehatan secara online, Anda dapat mengikuti petunjuk yang tersedia di situs web resmi BPJS Kesehatan atau di aplikasi Mobile JKN. Untuk mencetak kartu BPJS Kesehatan secara offline, Anda dapat datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat dan membawa dokumen-dokumen berikut:

    • Kartu identitas diri (KTP/SIM/Paspor)
    • Kartu BPJS Kesehatan
    • Bukti pembayaran iuran BPJS Kesehatan

Setelah semua dokumen lengkap, Anda dapat menyerahkannya ke petugas di kantor cabang BPJS Kesehatan. Kartu BPJS Kesehatan Anda akan dicetak dan diserahkan kepada Anda pada saat itu juga.

Kartu identitas diri.

Kartu identitas diri yang dapat digunakan untuk mencetak kartu BPJS Kesehatan adalah kartu tanda penduduk (KTP), surat izin mengemudi (SIM), atau paspor. Kartu identitas diri ini harus asli dan masih berlaku.

Jika Anda menggunakan KTP, pastikan KTP Anda masih berlaku dan tidak rusak. Jika KTP Anda rusak atau hilang, Anda dapat mengajukan permohonan pembuatan KTP baru di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat.

Jika Anda menggunakan SIM, pastikan SIM Anda masih berlaku dan tidak dicabut. Jika SIM Anda dicabut atau hilang, Anda dapat mengajukan permohonan pembuatan SIM baru di kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres setempat.

Jika Anda menggunakan paspor, pastikan paspor Anda masih berlaku dan tidak rusak. Jika paspor Anda rusak atau hilang, Anda dapat mengajukan permohonan pembuatan paspor baru di kantor Imigrasi setempat.

Setelah menyiapkan kartu identitas diri, Anda dapat mencetak kartu BPJS Kesehatan secara online atau offline. Untuk mencetak kartu BPJS Kesehatan secara online, Anda dapat mengikuti petunjuk yang tersedia di situs web resmi BPJS Kesehatan atau di aplikasi Mobile JKN. Untuk mencetak kartu BPJS Kesehatan secara offline, Anda dapat datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat dan membawa dokumen-dokumen berikut:

  • Kartu identitas diri (KTP/SIM/Paspor) asli dan fotokopi.
  • Kartu BPJS Kesehatan.
  • Bukti pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

Setelah semua dokumen lengkap, Anda dapat menyerahkannya ke petugas di kantor cabang BPJS Kesehatan. Kartu BPJS Kesehatan Anda akan dicetak dan diserahkan kepada Anda pada saat itu juga.

Kartu keluarga (KK).

Kartu keluarga (KK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan oleh pemerintah untuk mencatat susunan dan hubungan anggota keluarga. KK digunakan sebagai salah satu syarat untuk mencetak kartu BPJS Kesehatan.

KK yang digunakan untuk mencetak kartu BPJS Kesehatan harus asli dan masih berlaku. Jika KK Anda rusak atau hilang, Anda dapat mengajukan permohonan pembuatan KK baru di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat.

Untuk membuat KK baru, Anda harus membawa dokumen-dokumen berikut:

  • Surat pengantar dari ketua RT/RW.
  • Fotokopi akta kelahiran semua anggota keluarga.
  • Fotokopi KTP semua anggota keluarga yang sudah berusia 17 tahun ke atas.
  • Fotokopi akta nikah/cerai/kematian (jika ada).
  • Pas foto ukuran 3×4 cm semua anggota keluarga (2 lembar).

Setelah semua dokumen lengkap, Anda dapat menyerahkannya ke petugas di kantor Disdukcapil. KK baru Anda akan dicetak dan diserahkan kepada Anda pada saat itu juga.

Setelah mendapatkan KK baru, Anda dapat mencetak kartu BPJS Kesehatan secara online atau offline. Untuk mencetak kartu BPJS Kesehatan secara online, Anda dapat mengikuti petunjuk yang tersedia di situs web resmi BPJS Kesehatan atau di aplikasi Mobile JKN. Untuk mencetak kartu BPJS Kesehatan secara offline, Anda dapat datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat dan membawa dokumen-dokumen berikut:

  • Kartu identitas diri (KTP/SIM/Paspor) asli dan fotokopi.
  • Kartu keluarga (KK) asli dan fotokopi.
  • Pas foto terbaru (ukuran 3×4 cm) sebanyak 2 lembar.
  • Formulir pendaftaran (dapat diperoleh di kantor cabang BPJS Kesehatan atau melalui situs web BPJS Kesehatan).

Setelah semua dokumen lengkap, Anda dapat menyerahkannya ke petugas di kantor cabang BPJS Kesehatan. Kartu BPJS Kesehatan Anda akan dicetak dan diserahkan kepada Anda pada saat itu juga.

Pas foto terbaru.

Pas foto terbaru yang digunakan untuk mencetak kartu BPJS Kesehatan harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain:

  • Berwarna

    Pas foto harus berwarna dan tidak boleh hitam putih.

  • Berukuran 3×4 cm

    Pas foto harus berukuran 3×4 cm.

  • Berlatar belakang merah

    Pas foto harus berlatar belakang merah.

  • Tampak wajah secara jelas

    Pas foto harus tampak wajah secara jelas dan tidak boleh tertutup oleh rambut, kacamata, atau aksesoris lainnya.

Pas foto terbaru dapat diambil di studio foto atau menggunakan kamera ponsel. Pastikan pas foto yang Anda gunakan memenuhi semua persyaratan yang telah disebutkan di atas.

Formulir pendaftaran.

Formulir pendaftaran digunakan untuk mendaftar sebagai peserta JKN-KIS dan untuk mencetak kartu BPJS Kesehatan. Formulir pendaftaran dapat diperoleh di kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat atau melalui situs web BPJS Kesehatan.

Formulir pendaftaran terdiri dari beberapa bagian, antara lain:

  • Data pribadi

    Pada bagian ini, Anda harus mengisi data pribadi Anda, seperti nama lengkap, tanggal lahir, tempat lahir, jenis kelamin, alamat, dan nomor telepon.

  • Data keluarga

    Pada bagian ini, Anda harus mengisi data keluarga Anda, seperti nama lengkap, tanggal lahir, tempat lahir, jenis kelamin, dan hubungan keluarga.

  • Data pekerjaan

    Pada bagian ini, Anda harus mengisi data pekerjaan Anda, seperti nama perusahaan, alamat perusahaan, jabatan, dan penghasilan.

  • Data iuran

    Pada bagian ini, Anda harus memilih jenis iuran BPJS Kesehatan yang akan Anda bayarkan. Terdapat dua jenis iuran BPJS Kesehatan, yaitu iuran mandiri dan iuran bantuan pemerintah (PBI).

Setelah mengisi semua bagian formulir pendaftaran, Anda harus menandatanganinya dan membubuhkan materai 6000 pada bagian yang telah disediakan.

Formulir pendaftaran yang telah lengkap dapat diserahkan ke petugas di kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat. Setelah itu, Anda akan diberikan nomor virtual account (VA) untuk membayar iuran BPJS Kesehatan. Setelah membayar iuran BPJS Kesehatan, Anda dapat mencetak kartu BPJS Kesehatan secara online atau offline.

Tanda tangan di atas materai.

Tanda tangan di atas materai merupakan salah satu syarat untuk mencetak kartu BPJS Kesehatan. Tanda tangan ini berfungsi sebagai tanda bukti bahwa Anda telah menyetujui semua ketentuan dan persyaratan yang berlaku dalam program JKN-KIS.

Materai yang digunakan untuk tanda tangan harus berupa materai 6000. Materai 6000 dapat dibeli di kantor pos, toko ATK, atau warung-warung kecil.

Cara membubuhkan tanda tangan di atas materai:

  1. Siapkan materai 6000.
  2. Tempelkan materai pada bagian formulir pendaftaran yang telah disediakan.
  3. Tuliskan nama lengkap Anda di atas materai.
  4. Tandatangani nama Anda di atas materai.

Setelah membubuhkan tanda tangan di atas materai, Anda harus menyerahkan formulir pendaftaran yang telah lengkap ke petugas di kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat. Setelah itu, Anda akan diberikan nomor virtual account (VA) untuk membayar iuran BPJS Kesehatan. Setelah membayar iuran BPJS Kesehatan, Anda dapat mencetak kartu BPJS Kesehatan secara online atau offline.

Biaya cetak gratis.

Biaya cetak kartu BPJS Kesehatan gratis. Anda tidak perlu membayar biaya apa pun untuk mencetak kartu BPJS Kesehatan, baik secara online maupun offline.

  • Cetak kartu BPJS Kesehatan secara online

    Jika Anda mencetak kartu BPJS Kesehatan secara online melalui situs web resmi BPJS Kesehatan atau aplikasi Mobile JKN, Anda tidak perlu membayar biaya apa pun. Cukup ikuti petunjuk yang tersedia di situs web atau aplikasi Mobile JKN dan kartu BPJS Kesehatan Anda akan dicetak secara gratis.

  • Cetak kartu BPJS Kesehatan secara offline

    Jika Anda mencetak kartu BPJS Kesehatan secara offline di kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat, Anda juga tidak perlu membayar biaya apa pun. Cukup datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat dan bawa dokumen-dokumen yang diperlukan. Kartu BPJS Kesehatan Anda akan dicetak secara gratis pada saat itu juga.

Jadi, jangan khawatir tentang biaya cetak kartu BPJS Kesehatan. Anda dapat mencetak kartu BPJS Kesehatan secara gratis, baik secara online maupun offline.

FAQ

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang kesehatan:

Question 1: Apa itu penyakit jantung?
Answer 1: Penyakit jantung adalah kondisi di mana jantung tidak dapat memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh. Ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penyumbatan pembuluh darah, kelainan jantung bawaan, dan infeksi.

Question 2: Apa saja gejala penyakit jantung?
Answer 2: Gejala penyakit jantung dapat berupa nyeri dada, sesak napas, kelelahan, dan pusing. Pada beberapa kasus, penyakit jantung juga dapat menyebabkan kematian mendadak.

Question 3: Bagaimana cara mencegah penyakit jantung?
Answer 3: Penyakit jantung dapat dicegah dengan menjaga pola makan sehat, berolahraga teratur, tidak merokok, dan mengelola stres dengan baik.

Question 4: Apa itu stroke?
Answer 4: Stroke adalah kondisi di mana aliran darah ke otak terputus. Ini dapat disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di otak atau pecahnya pembuluh darah di otak.

Question 5: Apa saja gejala stroke?
Answer 5: Gejala stroke dapat berupa kesulitan berbicara, kesulitan bergerak, dan kesulitan melihat. Pada beberapa kasus, stroke juga dapat menyebabkan kematian.

Question 6: Bagaimana cara mencegah stroke?
Answer 6: Stroke dapat dicegah dengan menjaga tekanan darah tetap terkontrol, mengelola kolesterol, tidak merokok, dan berolahraga teratur.

Question 7: Di mana saya bisa mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kesehatan?
Answer 7: Anda bisa mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kesehatan dari berbagai sumber, seperti situs web Kementerian Kesehatan, situs web organisasi kesehatan dunia (WHO), dan buku-buku kesehatan.

Closing Paragraph for FAQ:

Demikian beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang kesehatan. Jika Anda memiliki pertanyaan lain, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan lainnya.

Selain menjaga kesehatan dengan cara-cara yang telah disebutkan di atas, Anda juga dapat mengikuti beberapa tips kesehatan berikut ini:

Tips

Berikut ini adalah beberapa tips kesehatan yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan tubuh Anda:

Tip 1: Makan makanan sehat.
Makan makanan sehat berarti mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak. Batasi konsumsi makanan olahan, makanan tinggi gula, dan makanan tinggi garam.

Tip 2: Berolahraga teratur.
Berolahraga teratur dapat membantu menjaga berat badan yang sehat, mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker. Lakukan olahraga intensitas sedang selama 150 menit per minggu, atau olahraga intensitas berat selama 75 menit per minggu.

Tip 3: Tidak merokok.
Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang dapat merusak kesehatan. Merokok dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, kanker paru-paru, dan penyakit pernapasan lainnya.

Tip 4: Kelola stres dengan baik.
Stres merupakan salah satu faktor yang dapat memicu berbagai penyakit. Kelola stres dengan baik dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti berolahraga, mendengarkan musik, atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.

Closing Paragraph for Tips:

Dengan mengikuti tips-tips kesehatan di atas, Anda dapat menjaga kesehatan tubuh Anda dan mengurangi risiko berbagai penyakit.

Dengan menjaga kesehatan, Anda akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan dapat menikmati hidup lebih lama.

Conclusion

Kesehatan merupakan salah satu hal terpenting dalam hidup. Dengan menjaga kesehatan, kita dapat menjalani hidup dengan lebih produktif dan bahagia. Ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan, seperti makan makanan sehat, berolahraga teratur, tidak merokok, mengelola stres dengan baik, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Dalam artikel ini, kita telah membahas beberapa hal penting tentang kesehatan, mulai dari pengertian kesehatan, jenis-jenis penyakit, hingga tips menjaga kesehatan. Semoga dengan membaca artikel ini, Anda dapat lebih memahami tentang pentingnya kesehatan dan bagaimana cara menjaganya.

Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan Anda. Dengan menjaga kesehatan, Anda akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan dapat menikmati hidup lebih lama.


Artikel Terkait

Bagikan: