Gizi Seimbang, Bukan Hanya 4 Sehat 5 Sempurna


Gizi Seimbang, Bukan Hanya 4 Sehat 5 Sempurna

Salam sehat untuk para pembaca setia! Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga selalu dalam keadaan sehat dan bugar ya. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas topik yang sangat penting terkait kesehatan, yaitu gizi seimbang. Tahukah Anda bahwa pedoman gizi seimbang yang selama ini kita kenal dengan “4 Sehat 5 Sempurna” sudah tidak lagi berlaku?

Ya, benar sekali. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah resmi mengganti pedoman 4 Sehat 5 Sempurna dengan pedoman gizi seimbang yang baru. Pedoman baru ini lebih lengkap dan komprehensif, serta disesuaikan dengan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia saat ini. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk mengetahui dan memahami pedoman gizi seimbang yang baru ini.

Nah, sebelum kita membahas lebih lanjut tentang pedoman gizi seimbang yang baru, ada baiknya kita mengingat kembali pedoman 4 Sehat 5 Sempurna. Pedoman ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1955 dan menjadi pedoman gizi dasar bagi masyarakat Indonesia selama lebih dari setengah abad. Pedoman 4 Sehat 5 Sempurna menekankan pentingnya mengonsumsi makanan dari empat kelompok makanan pokok, yaitu makanan pokok (nasi, jagung, ubi, singkong), lauk-pauk (daging, ikan, telur, tempe, tahu), sayur-sayuran, dan buah-buahan. Selain itu, pedoman ini juga menganjurkan untuk mengonsumsi susu dan air putih yang cukup setiap hari.

4 sehat 5 sempurna diganti

Pedoman gizi baru lebih lengkap dan komprehensif.

  • Gizi seimbang, bukan hanya 4 sehat 5 sempurna.
  • Lebih lengkap dan komprehensif.
  • Sesuai kebutuhan gizi masyarakat Indonesia saat ini.
  • 6 kelompok makanan, bukan 4 kelompok makanan.
  • Porsi dan frekuensi makan yang dianjurkan.
  • Variasi makanan yang dianjurkan.

Dengan mengikuti pedoman gizi seimbang yang baru, kita dapat memenuhi kebutuhan gizi tubuh dengan lebih optimal. Hal ini akan membantu kita untuk tetap sehat, bugar, dan produktif.

Gizi seimbang, bukan hanya 4 sehat 5 sempurna.

Pedoman gizi seimbang yang baru menekankan pentingnya mengonsumsi makanan dari enam kelompok makanan, yaitu makanan pokok, lauk-pauk, sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Keenam kelompok makanan ini mengandung berbagai macam nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh kembang dan berfungsi dengan baik.

  • Makanan pokok

    Makanan pokok merupakan sumber utama energi bagi tubuh. Makanan pokok yang dianjurkan adalah nasi, jagung, ubi, singkong, kentang, dan pasta. Pilihlah makanan pokok yang terbuat dari biji-bijian utuh, karena lebih kaya serat dan nutrisi.

  • Lauk-pauk

    Lauk-pauk merupakan sumber protein, lemak, dan mineral bagi tubuh. Lauk-pauk yang dianjurkan adalah daging sapi, daging ayam, ikan, telur, tempe, tahu, dan kacang-kacangan. Pilihlah lauk-pauk yang rendah lemak jenuh dan lemak trans, serta tinggi protein dan zat besi.

  • Sayur-sayuran

    Sayur-sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat bagi tubuh. Sayur-sayuran yang dianjurkan adalah bayam, kangkung, wortel, brokoli, dan tomat. Pilihlah sayur-sayuran yang berwarna-warni, karena mengandung berbagai macam nutrisi yang berbeda.

  • Buah-buahan

    Buah-buahan merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat bagi tubuh. Buah-buahan yang dianjurkan adalah jeruk, apel, pisang, anggur, dan stroberi. Pilihlah buah-buahan yang segar dan berwarna-warni, karena mengandung berbagai macam nutrisi yang berbeda.

Selain keempat kelompok makanan tersebut, pedoman gizi seimbang yang baru juga menganjurkan untuk mengonsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian utuh. Kacang-kacangan dan biji-bijian utuh merupakan sumber protein, lemak sehat, serat, dan berbagai macam nutrisi lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk menyertakan kacang-kacangan dan biji-bijian utuh dalam menu makanan sehari-hari.

Lebih lengkap dan komprehensif.

Pedoman gizi seimbang yang baru lebih lengkap dan komprehensif dibandingkan dengan pedoman 4 sehat 5 sempurna. Pedoman 4 sehat 5 sempurna hanya menekankan pentingnya mengonsumsi makanan dari empat kelompok makanan pokok, yaitu makanan pokok, lauk-pauk, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Sementara itu, pedoman gizi seimbang yang baru mencakup enam kelompok makanan, yaitu makanan pokok, lauk-pauk, sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Selain itu, pedoman gizi seimbang yang baru juga memberikan rekomendasi yang lebih spesifik mengenai porsi dan frekuensi makan, serta variasi makanan yang dianjurkan.

Porsi dan frekuensi makan yang dianjurkan

Pedoman gizi seimbang yang baru menganjurkan untuk makan tiga kali sehari, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam. Selain itu, dianjurkan juga untuk mengonsumsi dua kali selingan sehat di antara waktu makan utama. Porsi makan yang dianjurkan tergantung pada usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik seseorang. Namun, secara umum, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan pokok sebanyak 3-4 porsi per hari, lauk-pauk sebanyak 2-3 porsi per hari, sayur-sayuran sebanyak 3-4 porsi per hari, buah-buahan sebanyak 2-3 porsi per hari, kacang-kacangan dan biji-bijian utuh sebanyak 1-2 porsi per hari.

Variasi makanan yang dianjurkan

Pedoman gizi seimbang yang baru menganjurkan untuk mengonsumsi makanan yang bervariasi dari keenam kelompok makanan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa tubuh mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan. Misalnya, untuk memenuhi kebutuhan protein, seseorang dapat mengonsumsi daging sapi, daging ayam, ikan, telur, tempe, tahu, dan kacang-kacangan. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin C, seseorang dapat mengonsumsi jeruk, apel, pisang, anggur, dan stroberi. Dengan mengonsumsi makanan yang bervariasi, seseorang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh secara optimal.

Pedoman gizi seimbang yang baru lebih sesuai dengan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia saat ini.

Pedoman 4 sehat 5 sempurna disusun pada tahun 1955, ketika masyarakat Indonesia masih kekurangan pangan. Oleh karena itu, pedoman ini menekankan pentingnya mengonsumsi makanan pokok yang mengenyangkan, seperti nasi dan jagung. Namun, saat ini, masyarakat Indonesia sudah tidak lagi kekurangan pangan. Sebaliknya, banyak masyarakat Indonesia yang justru kelebihan berat badan dan obesitas. Oleh karena itu, pedoman gizi seimbang yang baru menekankan pentingnya mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, serta membatasi konsumsi makanan yang tinggi lemak, gula, dan garam.

Sesuai kebutuhan gizi masyarakat Indonesia saat ini.

Pedoman gizi seimbang yang baru disusun berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018. Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih menghadapi masalah gizi ganda, yaitu kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Di satu sisi, masih banyak masyarakat Indonesia yang kekurangan gizi, terutama protein dan zat besi. Di sisi lain, semakin banyak masyarakat Indonesia yang kelebihan berat badan dan obesitas. Oleh karena itu, pedoman gizi seimbang yang baru disusun untuk mengatasi masalah gizi ganda tersebut.

  • Peningkatan konsumsi protein dan zat besi

    Pedoman gizi seimbang yang baru menganjurkan untuk meningkatkan konsumsi protein dan zat besi. Protein merupakan zat pembangun tubuh yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Zat besi merupakan mineral yang penting untuk pembentukan sel darah merah. Kekurangan protein dan zat besi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti anemia, stunting, dan gangguan perkembangan kognitif. Oleh karena itu, pedoman gizi seimbang yang baru menganjurkan untuk mengonsumsi makanan yang kaya protein dan zat besi, seperti daging merah, daging ayam, ikan, telur, tempe, tahu, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.

  • Peningkatan konsumsi sayur dan buah

    Pedoman gizi seimbang yang baru juga menganjurkan untuk meningkatkan konsumsi sayur dan buah. Sayur dan buah merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat yang penting untuk kesehatan tubuh. Konsumsi sayur dan buah yang cukup dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan kanker. Oleh karena itu, pedoman gizi seimbang yang baru menganjurkan untuk mengonsumsi sayur dan buah sebanyak 5 porsi per hari.

  • Pembatasan konsumsi lemak, gula, dan garam

    Pedoman gizi seimbang yang baru juga menganjurkan untuk membatasi konsumsi lemak, gula, dan garam. Konsumsi lemak, gula, dan garam yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan kanker. Oleh karena itu, pedoman gizi seimbang yang baru menganjurkan untuk membatasi konsumsi lemak tidak lebih dari 20% dari total kalori harian, gula tidak lebih dari 5% dari total kalori harian, dan garam tidak lebih dari 5 gram per hari.

  • Peningkatan aktivitas fisik

    Selain pola makan yang sehat, pedoman gizi seimbang yang baru juga menganjurkan untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur. Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu menjaga berat badan yang sehat, meningkatkan kebugaran tubuh, dan menurunkan risiko berbagai penyakit kronis. Oleh karena itu, pedoman gizi seimbang yang baru menganjurkan untuk melakukan aktivitas fisik sedang selama 30 menit setiap hari atau aktivitas fisik berat selama 20 menit setiap hari.

Dengan mengikuti pedoman gizi seimbang yang baru, masyarakat Indonesia dapat memenuhi kebutuhan gizi tubuh dengan lebih optimal. Hal ini akan membantu masyarakat Indonesia untuk tetap sehat, bugar, dan produktif.

6 kelompok makanan, bukan 4 kelompok makanan.

Pedoman gizi seimbang yang baru membagi makanan menjadi enam kelompok, yaitu makanan pokok, lauk-pauk, sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Keenam kelompok makanan ini mengandung berbagai macam nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh kembang dan berfungsi dengan baik.

  • Makanan pokok

    Makanan pokok merupakan sumber utama energi bagi tubuh. Makanan pokok yang dianjurkan adalah nasi, jagung, ubi, singkong, kentang, dan pasta. Pilihlah makanan pokok yang terbuat dari biji-bijian utuh, karena lebih kaya serat dan nutrisi.

  • Lauk-pauk

    Lauk-pauk merupakan sumber protein, lemak, dan mineral bagi tubuh. Lauk-pauk yang dianjurkan adalah daging sapi, daging ayam, ikan, telur, tempe, tahu, dan kacang-kacangan. Pilihlah lauk-pauk yang rendah lemak jenuh dan lemak trans, serta tinggi protein dan zat besi.

  • Sayur-sayuran

    Sayur-sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat bagi tubuh. Sayur-sayuran yang dianjurkan adalah bayam, kangkung, wortel, brokoli, dan tomat. Pilihlah sayur-sayuran yang berwarna-warni, karena mengandung berbagai macam nutrisi yang berbeda.

  • Buah-buahan

    Buah-buahan merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat bagi tubuh. Buah-buahan yang dianjurkan adalah jeruk, apel, pisang, anggur, dan stroberi. Pilihlah buah-buahan yang segar dan berwarna-warni, karena mengandung berbagai macam nutrisi yang berbeda.

  • Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan merupakan sumber protein, lemak sehat, serat, dan berbagai macam nutrisi lainnya. Kacang-kacangan yang dianjurkan adalah kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, kacang kedelai, dan kacang almond. Konsumsi kacang-kacangan secara teratur dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, dan kanker.

  • Biji-bijian utuh

    Biji-bijian utuh merupakan sumber serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Biji-bijian utuh yang dianjurkan adalah beras merah, gandum utuh, haver, dan quinoa. Konsumsi biji-bijian utuh secara teratur dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, dan kanker. Biji-bijian utuh juga dapat membantu menjaga berat badan yang sehat.

Dengan mengonsumsi makanan dari keenam kelompok makanan tersebut, kita dapat memenuhi kebutuhan gizi tubuh secara optimal. Hal ini akan membantu kita untuk tetap sehat, bugar, dan produktif.

Porsi dan frekuensi makan yang dianjurkan.

Pedoman gizi seimbang yang baru menganjurkan untuk makan tiga kali sehari, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam. Selain itu, dianjurkan juga untuk mengonsumsi dua kali selingan sehat di antara waktu makan utama. Porsi makan yang dianjurkan tergantung pada usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik seseorang. Namun, secara umum, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan pokok sebanyak 3-4 porsi per hari, lauk-pauk sebanyak 2-3 porsi per hari, sayur-sayuran sebanyak 3-4 porsi per hari, buah-buahan sebanyak 2-3 porsi per hari, kacang-kacangan dan biji-bijian utuh sebanyak 1-2 porsi per hari.

  • Sarapan

    Sarapan merupakan waktu makan yang penting untuk memulai hari. Sarapan yang sehat dapat membantu meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan suasana hati. Selain itu, sarapan yang sehat juga dapat membantu menjaga berat badan yang sehat. Porsi sarapan yang dianjurkan adalah 1/4 porsi makanan pokok, 1/2 porsi lauk-pauk, 1 porsi sayur-sayuran, dan 1 porsi buah-buahan.

  • Makan siang

    Makan siang merupakan waktu makan utama dalam sehari. Porsi makan siang yang dianjurkan adalah 1/2 porsi makanan pokok, 1 porsi lauk-pauk, 2 porsi sayur-sayuran, dan 1 porsi buah-buahan.

  • Makan malam

    Makan malam merupakan waktu makan untuk mengisi kembali energi yang telah dikeluarkan selama seharian. Porsi makan malam yang dianjurkan adalah 1/4 porsi makanan pokok, 1/2 porsi lauk-pauk, 1 porsi sayur-sayuran, dan 1 porsi buah-buahan.

  • Selingan sehat

    Selingan sehat merupakan makanan atau minuman yang dikonsumsi di antara waktu makan utama. Selingan sehat yang dianjurkan adalah buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan yogurt. Porsi selingan sehat yang dianjurkan adalah 1/2 porsi buah-buahan, 1 porsi sayur-sayuran, atau 1 genggam kacang-kacangan atau biji-bijian utuh.

Dengan mengikuti porsi dan frekuensi makan yang dianjurkan, kita dapat memenuhi kebutuhan gizi tubuh secara optimal. Hal ini akan membantu kita untuk tetap sehat, bugar, dan produktif.

Variasi makanan yang dianjurkan.

Pedoman gizi seimbang yang baru menganjurkan untuk mengonsumsi makanan yang bervariasi dari keenam kelompok makanan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa tubuh mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan. Misalnya, untuk memenuhi kebutuhan protein, seseorang dapat mengonsumsi daging sapi, daging ayam, ikan, telur, tempe, tahu, dan kacang-kacangan. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin C, seseorang dapat mengonsumsi jeruk, apel, pisang, anggur, dan stroberi. Dengan mengonsumsi makanan yang bervariasi, seseorang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh secara optimal.

  • Mengonsumsi makanan dari keenam kelompok makanan

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pedoman gizi seimbang yang baru menganjurkan untuk mengonsumsi makanan dari keenam kelompok makanan, yaitu makanan pokok, lauk-pauk, sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Dengan mengonsumsi makanan dari keenam kelompok makanan tersebut, kita dapat memenuhi kebutuhan gizi tubuh secara optimal.

  • Mengganti jenis makanan pokok

    Jangan hanya mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Gantilah nasi dengan makanan pokok lainnya, seperti jagung, ubi, singkong, kentang, atau pasta. Makanan pokok yang berbeda mengandung nutrisi yang berbeda pula. Dengan mengganti jenis makanan pokok, kita dapat memperoleh variasi nutrisi yang lebih lengkap.

  • Mengganti jenis lauk-pauk

    Jangan hanya mengonsumsi daging sapi atau ayam sebagai lauk-pauk. Gantilah dengan lauk-pauk lainnya, seperti ikan, telur, tempe, tahu, atau kacang-kacangan. Lauk-pauk yang berbeda mengandung nutrisi yang berbeda pula. Dengan mengganti jenis lauk-pauk, kita dapat memperoleh variasi nutrisi yang lebih lengkap.

  • Mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang berwarna-warni

    Sayur-sayuran dan buah-buahan yang berwarna-warni mengandung nutrisi yang berbeda pula. Oleh karena itu, usahakan untuk mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang berwarna-warni setiap hari. Dengan demikian, kita dapat memperoleh variasi nutrisi yang lebih lengkap.

Dengan mengikuti variasi makanan yang dianjurkan, kita dapat memenuhi kebutuhan gizi tubuh secara optimal. Hal ini akan membantu kita untuk tetap sehat, bugar, dan produktif.

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan tentang kesehatan:

Pertanyaan 1: Apa itu gizi seimbang?
Jawaban: Gizi seimbang adalah pola makan yang mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang tepat. Nutrisi tersebut meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Pertanyaan 2: Apa manfaat gizi seimbang?
Jawaban: Gizi seimbang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah penyakit, dan meningkatkan produktivitas.

Pertanyaan 3: Apa saja pedoman gizi seimbang yang baru?
Jawaban: Pedoman gizi seimbang yang baru menganjurkan untuk mengonsumsi makanan dari enam kelompok makanan, yaitu makanan pokok, lauk-pauk, sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Selain itu, pedoman gizi seimbang yang baru juga menganjurkan untuk memperhatikan porsi dan frekuensi makan, serta variasi makanan yang dikonsumsi.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara memenuhi kebutuhan gizi seimbang?
Jawaban: Untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang, kita perlu mengonsumsi makanan yang bervariasi dari keenam kelompok makanan. Selain itu, kita juga perlu memperhatikan porsi dan frekuensi makan, serta variasi makanan yang dikonsumsi.

Pertanyaan 5: Apa saja contoh makanan yang termasuk dalam kelompok makanan pokok?
Jawaban: Contoh makanan yang termasuk dalam kelompok makanan pokok adalah nasi, jagung, ubi, singkong, kentang, dan pasta.

Pertanyaan 6: Apa saja contoh makanan yang termasuk dalam kelompok lauk-pauk?
Jawaban: Contoh makanan yang termasuk dalam kelompok lauk-pauk adalah daging sapi, daging ayam, ikan, telur, tempe, tahu, dan kacang-kacangan.

Dengan mengikuti pedoman gizi seimbang yang baru, kita dapat memenuhi kebutuhan gizi tubuh secara optimal. Hal ini akan membantu kita untuk tetap sehat, bugar, dan produktif.

Selain mengikuti pedoman gizi seimbang, ada beberapa tips lain yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan, yaitu:

Tips

Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan:

Olahraga teratur
Olahraga teratur dapat membantu menjaga berat badan yang sehat, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mengurangi risiko berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan kanker. Usahakan untuk berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari, atau 150 menit setiap minggu.

Konsumsi makanan sehat
Konsumsi makanan sehat sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Pilihlah makanan yang kaya nutrisi, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan lemak sehat. Batasi konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh, lemak trans, gula, dan garam.

Kelola stres
Stres dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental. Kelola stres dengan baik agar tidak mengganggu kesehatan. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengelola stres adalah berolahraga, melakukan hobi, dan menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih.

Istirahat yang cukup
Istirahat yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Usahakan untuk tidur setidaknya 7-8 jam setiap malam. Tidur yang cukup dapat membantu memulihkan energi, meningkatkan daya ingat, dan meningkatkan suasana hati.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat menjaga kesehatan tubuh dan pikiran Anda secara optimal.

Selain mengikuti tips-tips di atas, penting juga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pemeriksaan kesehatan dapat membantu mendeteksi penyakit sejak dini, sehingga dapat segera ditangani.

Conclusion

Kesehatan adalah harta yang sangat berharga. Dengan memiliki tubuh yang sehat, kita dapat menikmati hidup dengan lebih bahagia dan produktif. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan dengan sebaik-baiknya.

Untuk menjaga kesehatan, kita perlu memperhatikan pola makan, olahraga teratur, mengelola stres, dan istirahat yang cukup. Selain itu, kita juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mendeteksi penyakit sejak dini.

Dengan mengikuti tips-tips yang telah disebutkan di atas, kita dapat menjaga kesehatan tubuh dan pikiran kita secara optimal. Jangan lupa untuk selalu bersyukur atas kesehatan yang kita miliki, dan jangan pernah lelah untuk menjaga kesehatan tersebut.

Ingat, kesehatan adalah investasi terbaik yang dapat kita lakukan. Dengan menjaga kesehatan, kita dapat menikmati hidup dengan lebih bahagia dan produktif.


Artikel Terkait

Bagikan: