Isi RUU Kesehatan Omnibus Law


Isi RUU Kesehatan Omnibus Law

RUU Kesehatan Omnibus Law merupakan rancangan undang-undang yang saat ini sedang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). RUU ini bertujuan untuk melakukan perubahan terhadap sejumlah undang-undang terkait kesehatan di Indonesia. Perubahan yang direncanakan cukup signifikan dan mencakup berbagai aspek, mulai dari sistem kesehatan nasional hingga pengaturan profesi kesehatan.

RUU Kesehatan Omnibus Law menuai kontroversi di kalangan masyarakat. Ada yang mendukung RUU ini, namun ada juga yang menolaknya. Para pendukung berpendapat bahwa RUU ini diperlukan untuk memperbaiki sistem kesehatan nasional yang dinilai masih banyak kekurangan. Sementara itu, para penolak berpendapat bahwa RUU ini akan menguntungkan korporasi dan merugikan masyarakat.

Dalam artikel ini, kita akan membahas isi RUU Kesehatan Omnibus Law tersebut, termasuk tujuan dan ruang lingkupnya. Kita juga akan membahas pro dan kontra dari RUU ini, serta dampaknya terhadap masyarakat.

Isi RUU Kesehatan Omnibus Law

RUU Kesehatan Omnibus Law merupakan rancangan undang-undang yang bertujuan untuk melakukan perubahan terhadap sejumlah undang-undang terkait kesehatan di Indonesia. Perubahan yang direncanakan cukup signifikan dan mencakup berbagai aspek, mulai dari sistem kesehatan nasional hingga pengaturan profesi kesehatan.

  • Perubahan sistem kesehatan nasional
  • Pengaturan profesi kesehatan
  • Pembiayaan kesehatan
  • Ketersediaan dan mutu layanan kesehatan
  • Penelitian dan pengembangan kesehatan
  • Kesehatan masyarakat
  • Kesehatan lingkungan

RUU Kesehatan Omnibus Law menuai kontroversi di kalangan masyarakat. Ada yang mendukung RUU ini, namun ada juga yang menolaknya. Para pendukung berpendapat bahwa RUU ini diperlukan untuk memperbaiki sistem kesehatan nasional yang dinilai masih banyak kekurangan. Sementara itu, para penolak berpendapat bahwa RUU ini akan menguntungkan korporasi dan merugikan masyarakat.

Perubahan sistem kesehatan nasional

RUU Kesehatan Omnibus Law mengusulkan sejumlah perubahan pada sistem kesehatan nasional, di antaranya:

  • Integrasi sistem kesehatan

    RUU ini bertujuan untuk mengintegrasikan sistem kesehatan yang saat ini masih terfragmentasi. Dengan demikian, diharapkan pelayanan kesehatan menjadi lebih efektif dan efisien.

  • Penguatan peran pemerintah

    RUU ini memperkuat peran pemerintah dalam penyelenggaraan kesehatan. Pemerintah pusat akan bertanggung jawab untuk menetapkan kebijakan kesehatan nasional, sedangkan pemerintah daerah bertanggung jawab untuk melaksanakan kebijakan tersebut.

  • Pembiayaan kesehatan

    RUU ini mengatur tentang pembiayaan kesehatan, termasuk sumber pembiayaan dan mekanisme pengelolaannya. RUU ini juga mengatur tentang jaminan kesehatan nasional (JKN) dan usulan perluasan cakupan JKN.

  • Ketersediaan dan mutu layanan kesehatan

    RUU ini mengatur tentang ketersediaan dan mutu layanan kesehatan, termasuk penyediaan fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, dan obat-obatan. RUU ini juga mengatur tentang akreditasi fasilitas kesehatan dan sertifikasi tenaga kesehatan.

Perubahan sistem kesehatan nasional yang diusulkan dalam RUU Kesehatan Omnibus Law diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. RUU ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan kesehatan di Indonesia.

Pengaturan profesi kesehatan

RUU Kesehatan Omnibus Law mengatur tentang profesi kesehatan, termasuk dokter, dokter gigi, dokter hewan, perawat, bidan, dan apoteker. RUU ini mengatur tentang pendidikan, praktik, dan kode etik profesi kesehatan.

Salah satu perubahan yang diusulkan dalam RUU ini adalah perubahan pada sistem pendidikan profesi kesehatan. RUU ini mengusulkan agar pendidikan profesi kesehatan diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang terakreditasi. Selain itu, RUU ini juga mengatur tentang uji kompetensi bagi lulusan pendidikan profesi kesehatan.

RUU Kesehatan Omnibus Law juga mengatur tentang praktik profesi kesehatan. RUU ini mengatur tentang kewenangan dan tanggung jawab profesi kesehatan, serta hak dan kewajiban pasien. RUU ini juga mengatur tentang mekanisme pengawasan praktik profesi kesehatan.

Selain itu, RUU Kesehatan Omnibus Law juga mengatur tentang kode etik profesi kesehatan. RUU ini mengatur tentang norma dan nilai yang harus dipatuhi oleh profesi kesehatan dalam menjalankan praktiknya. RUU ini juga mengatur tentang mekanisme penegakan kode etik profesi kesehatan.

Perubahan pada pengaturan profesi kesehatan yang diusulkan dalam RUU Kesehatan Omnibus Law diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. RUU ini diharapkan dapat menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten dan beretika, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas.

RUU Kesehatan Omnibus Law saat ini masih dalam tahap pembahasan di DPR. RUU ini diharapkan dapat segera disahkan sehingga dapat segera diberlakukan. Dengan demikian, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia dapat meningkat.

Pembiayaan kesehatan

RUU Kesehatan Omnibus Law mengatur tentang pembiayaan kesehatan, termasuk sumber pembiayaan dan mekanisme pengelolaannya. RUU ini juga mengatur tentang jaminan kesehatan nasional (JKN) dan usulan perluasan cakupan JKN.

  • Sumber pembiayaan kesehatan

    RUU ini mengatur tentang sumber pembiayaan kesehatan, yang meliputi pajak, retribusi, sumbangan, dan lain-lain. RUU ini juga mengatur tentang mekanisme pengelolaan dan penyaluran dana kesehatan.

  • Jaminan kesehatan nasional (JKN)

    RUU ini mengatur tentang JKN, termasuk cakupan manfaat, iuran, dan mekanisme penyelenggaraannya. RUU ini juga mengatur tentang usulan perluasan cakupan JKN, sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas.

  • Pembiayaan kesehatan masyarakat

    RUU ini mengatur tentang pembiayaan kesehatan masyarakat, termasuk promosi kesehatan, pencegahan penyakit, dan pengobatan penyakit. RUU ini juga mengatur tentang mekanisme pembiayaan pelayanan kesehatan dasar.

  • Pembiayaan kesehatan swasta

    RUU ini mengatur tentang pembiayaan kesehatan swasta, termasuk asuransi kesehatan swasta dan pelayanan kesehatan berbayar. RUU ini juga mengatur tentang mekanisme pengawasan terhadap pembiayaan kesehatan swasta.

Perubahan pada pengaturan pembiayaan kesehatan yang diusulkan dalam RUU Kesehatan Omnibus Law diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. RUU ini diharapkan dapat menghasilkan sistem pembiayaan kesehatan yang berkelanjutan dan berkeadilan, sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat memperoleh layanan kesehatan yang mereka butuhkan.

Ketersediaan dan mutu layanan kesehatan

RUU Kesehatan Omnibus Law mengatur tentang ketersediaan dan mutu layanan kesehatan, termasuk penyediaan fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, dan obat-obatan. RUU ini juga mengatur tentang akreditasi fasilitas kesehatan dan sertifikasi tenaga kesehatan.

  • Penyediaan fasilitas kesehatan

    RUU ini mengatur tentang penyediaan fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas, dan klinik. RUU ini juga mengatur tentang standar fasilitas kesehatan dan mekanisme pengawasan terhadap fasilitas kesehatan.

  • Penyediaan tenaga kesehatan

    RUU ini mengatur tentang penyediaan tenaga kesehatan, termasuk dokter, dokter gigi, dokter hewan, perawat, bidan, dan apoteker. RUU ini juga mengatur tentang pendidikan, praktik, dan kode etik tenaga kesehatan.

  • Penyediaan obat-obatan

    RUU ini mengatur tentang penyediaan obat-obatan, termasuk produksi, distribusi, dan penjualan obat-obatan. RUU ini juga mengatur tentang standar obat-obatan dan mekanisme pengawasan terhadap obat-obatan.

  • Akreditasi fasilitas kesehatan

    RUU ini mengatur tentang akreditasi fasilitas kesehatan. Akreditasi fasilitas kesehatan dilakukan untuk menilai mutu layanan kesehatan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan.

  • Sertifikasi tenaga kesehatan

    RUU ini mengatur tentang sertifikasi tenaga kesehatan. Sertifikasi tenaga kesehatan dilakukan untuk menilai kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan layanan kesehatan.

Perubahan pada pengaturan ketersediaan dan mutu layanan kesehatan yang diusulkan dalam RUU Kesehatan Omnibus Law diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. RUU ini diharapkan dapat menghasilkan fasilitas kesehatan yang bermutu, tenaga kesehatan yang kompeten, dan obat-obatan yang aman dan berkualitas.


Artikel Terkait

Bagikan: