10 Sistem Peredaran Darah pada Hewan


10 Sistem Peredaran Darah pada Hewan

Sistem peredaran darah pada hewan sangatlah beragam dan kompleks. Hewan yang berbeda memiliki sistem peredaran darah yang berbeda pula, tergantung pada ukuran, tingkat metabolismenya, dan lingkungan tempat hidupnya. Sistem peredaran darah pada hewan dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu sistem peredaran darah tertutup dan sistem peredaran darah terbuka.

Sistem peredaran darah tertutup adalah jenis sistem peredaran darah di mana darah selalu berada di dalam pembuluh darah. Sistem peredaran darah tertutup dimiliki oleh hewan-hewan tingkat tinggi, seperti mamalia, burung, dan reptil. Sistem peredaran darah tertutup memiliki beberapa keuntungan, antara lain darah dapat mengalir lebih cepat dan tekanan darah lebih stabil.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas lebih detail mengenai 10 sistem peredaran darah pada hewan, mulai dari hewan tingkat rendah hingga hewan tingkat tinggi.

10 penyakit sistem peredaran darah kesehatan

Penyakit sistem peredaran darah dapat mengancam jiwa. Kenali 10 penyakit sistem peredaran darah yang paling umum terjadi berikut ini:

  • Hipertensi
  • Kolesterol tinggi
  • Penyakit jantung koroner
  • Stroke
  • Gagal jantung
  • Arteri perifer
  • Aneurisma
  • Trombosis vena dalam
  • Emboli paru
  • Penyakit jantung bawaan

Jika Anda mengalami gejala penyakit sistem peredaran darah, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana tekanan darah seseorang secara konsisten lebih tinggi dari normal. Tekanan darah normal berada pada angka 120/80 mmHg, sedangkan hipertensi ditandai dengan tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih.

  • Tekanan darah sistolik tinggi

    Tekanan darah sistolik adalah tekanan darah saat jantung berkontraksi. Pada penderita hipertensi, tekanan darah sistolik biasanya lebih tinggi dari 140 mmHg.

  • Tekanan darah diastolik tinggi

    Tekanan darah diastolik adalah tekanan darah saat jantung berelaksasi. Pada penderita hipertensi, tekanan darah diastolik biasanya lebih tinggi dari 90 mmHg.

  • Hipertensi primer

    Hipertensi primer adalah jenis hipertensi yang paling umum terjadi. Penyebabnya tidak diketahui secara pasti, tetapi diduga terkait dengan faktor genetik, pola makan yang tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan obesitas.

  • Hipertensi sekunder

    Hipertensi sekunder adalah jenis hipertensi yang disebabkan oleh kondisi medis lain, seperti penyakit ginjal, penyakit jantung, dan gangguan hormon tertentu. Pengobatan hipertensi sekunder bergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Hipertensi dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit kardiovaskular yang serius, seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal jantung. Oleh karena itu, penting untuk mengontrol tekanan darah agar tetap berada pada tingkat yang normal.

Kolesterol tinggi

Kolesterol adalah zat seperti lemak yang ditemukan dalam darah. Kolesterol memiliki dua jenis, yaitu kolesterol LDL (jahat) dan kolesterol HDL (baik). Kolesterol LDL dapat menumpuk di dinding arteri dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah, sedangkan kolesterol HDL membantu membersihkan kolesterol LDL dari darah.

Kolesterol tinggi terjadi ketika kadar kolesterol LDL dalam darah terlalu tinggi. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pola makan yang tidak sehat, kurang aktivitas fisik, obesitas, dan faktor genetik. Kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal jantung.

Berikut adalah beberapa cara untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi:

  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, termasuk banyak buah, sayuran, dan biji-bijian utuh.
  • Membatasi asupan makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans, seperti daging merah, mentega, dan gorengan.
  • Berolahraga secara teratur, setidaknya 30 menit setiap hari.
  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Berhenti merokok.
  • Jika memiliki kondisi medis tertentu, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, minum obat sesuai anjuran dokter.

Jika Anda memiliki kolesterol tinggi, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter mungkin akan menyarankan perubahan gaya hidup atau meresepkan obat-obatan untuk menurunkan kadar kolesterol Anda.

Penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah kondisi di mana terjadi penyempitan atau penyumbatan pada arteri koroner, yaitu pembuluh darah yang memasok darah ke jantung. Penyempitan atau penyumbatan ini dapat disebabkan oleh penumpukan plak aterosklerosis, yang terdiri dari kolesterol, lemak, kalsium, dan zat lainnya.

  • Angina pectoris

    Angina pectoris adalah nyeri dada yang terjadi ketika jantung tidak mendapatkan cukup darah. Nyeri dada biasanya terasa seperti tekanan, sesak, atau terbakar di dada. Nyeri dapat menjalar ke lengan, leher, punggung, atau rahang.

  • Serangan jantung

    Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke jantung tiba-tiba terputus. Hal ini dapat disebabkan oleh penyumbatan total pada arteri koroner. Serangan jantung merupakan kondisi yang mengancam jiwa dan memerlukan penanganan medis segera.

  • Gagal jantung

    Gagal jantung terjadi ketika jantung tidak dapat memompa darah secara efektif. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk PJK. Gagal jantung dapat menyebabkan sesak napas, kelelahan, dan pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki.

  • Aritmia

    Aritmia adalah gangguan pada irama jantung. Aritmia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk PJK. Aritmia dapat menyebabkan jantung berdebar-debar, berdetak terlalu cepat atau terlalu lambat, atau tidak berdetak sama sekali.

PJK merupakan penyakit yang serius dan dapat mengancam jiwa. Namun, PJK dapat dicegah dan diobati. Cara terbaik untuk mencegah PJK adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan yang sehat, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan yang sehat, dan tidak merokok.

Stroke

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terputus. Hal ini dapat disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh darah otak (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah otak (stroke hemoragik). Stroke iskemik lebih sering terjadi dibandingkan stroke hemoragik.

Stroke dapat menyebabkan berbagai gejala, tergantung pada bagian otak yang terkena. Beberapa gejala stroke yang umum terjadi meliputi:

  • Kelemahan atau mati rasa pada wajah, lengan, atau kaki, terutama pada satu sisi tubuh.
  • Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan.
  • Kehilangan penglihatan pada salah satu atau kedua mata.
  • Pusing atau kehilangan keseimbangan.
  • Sakit kepala hebat yang tiba-tiba.

Stroke merupakan kondisi yang mengancam jiwa dan memerlukan penanganan medis segera. Jika Anda mengalami gejala stroke, segera hubungi layanan medis darurat.

Stroke dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan yang sehat, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan yang sehat, dan tidak merokok. Selain itu, penting untuk mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol tinggi, serta mengobati penyakit jantung dan diabetes.

Gagal jantung

Gagal jantung adalah kondisi di mana jantung tidak dapat memompa darah secara efektif. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung bawaan. Gagal jantung dapat menyebabkan berbagai gejala, tergantung pada tingkat keparahannya. Beberapa gejala gagal jantung yang umum terjadi meliputi:

  • Sesak napas

    Sesak napas adalah gejala gagal jantung yang paling umum. Sesak napas dapat terjadi saat beraktivitas atau saat istirahat.

  • Kelelahan

    Kelelahan adalah gejala gagal jantung yang umum terjadi. Kelelahan dapat membuat seseorang merasa sangat lelah dan tidak berenergi, bahkan setelah melakukan aktivitas ringan.

  • Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki

    Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki dapat terjadi karena jantung tidak dapat memompa darah secara efektif. Hal ini menyebabkan penumpukan cairan di kaki dan pergelangan kaki.

  • Batuk kering

    Batuk kering yang tidak kunjung sembuh dapat menjadi gejala gagal jantung. Batuk ini disebabkan oleh penumpukan cairan di paru-paru.

Gagal jantung merupakan kondisi yang serius dan dapat mengancam jiwa. Namun, gagal jantung dapat diobati dan dikendalikan. Pengobatan gagal jantung bertujuan untuk meredakan gejala, mencegah komplikasi, dan memperbaiki kualitas hidup pasien.

Arteri perifer

Arteri perifer adalah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke tangan dan kaki. Penyakit arteri perifer terjadi ketika arteri perifer menyempit atau tersumbat, sehingga aliran darah ke tangan dan kaki berkurang. Penyakit arteri perifer dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk aterosklerosis, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

  • Nyeri kaki saat berjalan

    Nyeri kaki saat berjalan adalah gejala penyakit arteri perifer yang paling umum. Nyeri biasanya terasa di betis, tetapi juga dapat terasa di paha, bokong, atau kaki. Nyeri biasanya membaik saat istirahat, tetapi dapat kembali lagi saat berjalan.

  • Kaki dingin dan pucat

    Kaki dingin dan pucat dapat menjadi gejala penyakit arteri perifer. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke kaki.

  • Luka di kaki yang tidak kunjung sembuh

    Luka di kaki yang tidak kunjung sembuh dapat menjadi gejala penyakit arteri perifer. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke kaki, sehingga luka tidak dapat sembuh dengan baik.

  • Gangren

    Gangren adalah kondisi di mana jaringan tubuh mati karena kekurangan aliran darah. Gangren dapat terjadi pada jari kaki atau kaki. Gangren merupakan kondisi yang serius dan dapat mengancam jiwa.

Penyakit arteri perifer dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan yang sehat, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan yang sehat, dan tidak merokok. Selain itu, penting untuk mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol tinggi, serta mengobati penyakit jantung dan diabetes.


Artikel Terkait

Bagikan: